Redaksi menerima sumbangan tulisan seputar pertolongan pertama dan kepalangmerahan. Silakan dikirim ke ksrudinus@gmail.com Terima kasih

Rabu, 25 Maret 2015

Komik Mitigasi Bencana Tiga Bahasa Dari Aceh

18.52

Komunitas Tikar Pandan Aceh meluncurkan komik serial mitigasi bencana. Komik tersebut diluncurkan dalam tiga bahasa masing-masing Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Jepang.

Aktivis Komunitas Tikar Pandan, sekaligus penanggung jawab penerbitan komik mengatakan, komik diluncurkan demi menyikapi kebencanaan dari perspektif anak dan remaja. Saat ini, khususnya di Aceh, pelibatan anak-anak dan remaja dalam pemahaman mitigasi bencana masih minim.

“Padahal, saat bencana tiba, kelompok anak dan remaja ini tidak hanya menjadi objek tapi juga menjadi subjek, justru mereka akan bisa juga menyelamatkan kelompok rentan lainnya,” ujar Yulfan, Senin (23/3).

Selain itu, tambah Yulfan, jika berbicara bencana, pasti menyinggung hal yang menakutkan. Dengan komik, diupayakan pembahasan yang menyebangkan, sekaligus meminimalisasi risiko korban.

“Kalau perspektif ketakutan yang kita ambil pastinya tidak akan tercapai tujuan mitigasi bencananya, kita ketahui kalau di Aceh banyak anak yang kini belum paham akan bencana khususnya gempa dan tsunami," kata dia.

"Banyak pula yang masih dalam kondisi trauma dan takut untuk berbicara bencana, makanya kita kemas dalam bentuk komik agar mudah dipahami dan menyenangkan,” sambung pria yang beraktivitas sebagai pengamat komik.

Komik dengan judul "Sadar Dini" ini ditulis oleh pelajar dari tiga daerah yang pernah mengalami bencana besar di Aceh. Masing-masing bernama Luqyana dan Yusrizal asal SMAN I Peukan Bada Aceh Besar, Tulus Perange asal SMKN 3 Takengon, Aceh Tengah dan Safira Noviyana asal SMAN Tangse, Kabupaten Pidie.

“Ketiga daerah ini mewakili bencana besar yang pernah menimpa Aceh, seperti tsunami, gempa dan banjir bandang, sehingga dengan hadirnya komik ini bisa memberi pemahaman lebih lagi bagi para remaja di Aceh,” ujar Yulfan.

Komik ini juga mengusung kearifan lokal seperti gambaran tokoh perempuannya yang menggunakan kerudung, karena daerah Aceh yang menerapkan Syariat Islam.

Diharapkan, dengan kehadiran komik mitigasi bencana tersebut bisa mempersiapkan masyarakat khususnya remaja untuk siaga bencana dan lebih memperhatikan lingkungan hidup. (Kompas)

Written by

KSR Udinus adalah Unit Kegiatan Mahasiswa Khusus di Lingkungan Universitas Dian Nuswantoro Semarang yang berdiri pada bulan Januari 2002. Setelah vakum selama tiga tahu, kembali aktif sejak September 2011 sampai saat ini.

0 comments:

Posting Komentar

 

© 2015 KSR Udinus. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top